KPU Deiyai Balikkan Tersisa Dana Hibah Pemilihan kepala daerah 2024

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Deiyai memberikan dengan simbolik pengembalian dana hibah Pemilihan kepala daerah ke Bupati Deiyai yang diwakilkan oleh Wakil Bupati Deiyai, Ayub Pigome di Rumah makan Sari Kuring Nabire, Rabu, (7/5/2025).

” Dananya kami telah transfer ke kas wilayah pada dua hari kemarin hingga ini hari dilaksanakan dengan simbolik,” kata Ketua KPU Deiyai, Yulianus Mote ke media. 

Ketua KPU menerangkan KPU sudah terima dana hibah penyelenggaraan Pemilihan kepala daerah 2024 dari pemerintahan kabupaten yang tertera dalam dokumen kesepakatan hibah wilayah (NPHD) sejumlah Rp. 51.617.074.000 di tanggal 09 November 2023 bernomor BA 900/098/BUB.DEI/XI/2023/2/KU.07-NK/9408/2023.

Mote menyebutkan aktualisasi peresapan dana hibah dengan memprioritaskan konsep efisiensi terdaftar Rp49.917.863.519 hingga ada tersisa dana yang tidak kepakai Rp1.699.210.481.

Dia ucapkan Terima kasih ke pemerintahan Kabupaten Deiyai yang telah memberikan dukungan penuh penyelenggaraan Pemilihan kepala daerah di Kabupaten Deiyai.

” Pemda serahkan ke kami tahapan awalnya pada tanggal 21 Desember 2024 sejumlah 40 % selanjutnya untuk 60 prosentasenya kami terima di tanggal 31 Desember 2024. Karena itu, Terima kasih ke Pemda Deiyai yang sangat memberikan dukungan pelaksana dalam Pemilihan kepala daerah,” sebut Mote.

Mote menjelaskan Dana Hibah dari Pemda digunakan untuk mengadakan semua tingkatan Pemilihan kepala daerah sampai proses pengembalian dana tersisa.

Dia sampaikan Terima kasih ke TNI, Polri, figur warga, figur agama, figur tradisi, dan figur pemuda di Kabupaten Deiyai yang telah memberikan dukungan aktivitas Pemilihan kepala daerah. 

”Pemilihan kepala daerah berjalan aman, lancar, dan aman s/d penentuan calon kepala wilayah,” bebernya.

Wakil Bupati Deiyai, Ayub Pigome menghargai penyelenggaraan Pemilihan kepala daerah di Kabupaten Deiyai yang menurut dia jalan dengan Aman dan lancar meskipun ada di daerah mekanisme noken dan banyak masalah yang dirasakan.

” KPU benar-benar setia dan taat ke beberapa aturan hingga Pemilihan kepala daerah di Deiyai jalan Aman dan lancar. Karena itu, Terima kasih ke KPU Deiyai yang telah layani semua calon diawali dari tingkatan awalnya sampai penentuan Bupati dan wakil Bupati dipilih. Tuhan Berkati,” ungkapkan Wakil Bupati Deiyai, Ayub Pigome.

Dia menghargai KPU Deiyai yang dengan terbuka kembalikan tersisa dana hibah ke Negara lewat pemda. ” Ini Hebat. Terima kasih banyak,” ujarnya. (*)

TIFA 2025, Deiyai Sikat 3 Nominasi Sekalian

Kabupaten Deiyai adalah pendatang baru dalam penerapan Timika Inside Festival of Art (TIFA) pada tahun 2025.

Walau baru pertama kalinya berperan serta dalam acara TIFA pada tahun ini, nampaknya Kabupaten Deiyai tidak bermain-main dengan hal itu.

Cara peserta asal Deiyai di tanah Amungsa bukan hanya untuk euforia semata-mata, mereka tiba dengan bawa macam budaya dari wilayah di daerah pegunungan Papua tengah itu untuk ditampilkan.

Bisa dibuktikan, mereka sukses raih tiga nominasi sekalian.

Salah satunya ialah nominasi baju tradisi terbaik sebagai juara I; nominasi bazar dan pameran budaya sebagai juara I umum; dan juara II umum kelompok lomba Talingkar Cinta (anyam rambut ciri khas Papua).

Ketua Team Peserta Kabupaten Deiyai, Elisabeth Helena Nodaekob akui benar-benar menghargai moment TIFA yang diadakan di Kabupaten Mimika.

Karena ada TIFA, Kabupaten Deiyai tidak sekedar hanya tampil jadi peserta tapi juga tampilkan tradisi dan budaya dan beberapa makanan ciri khas Deiyai yang tidak diketemukan di wilayah yang lain di Papua tengah.

Khalayak luas juga makin tahu mengenai Kabupaten Deiyai dan kearifan lokalnya.

“Di situ kami datangkan keripik asli dari Deiyai, ada ubi ungu, ada ubi kuning dan ada ubi putih . Maka ada tiga variasi warna dan rasa yang berlainan,” tutur Elisabeth saat diinterviu lewat jaringan telepon.

“Terus ada juice terong Belanda, buah ini cuma ada di wilayah kami Kabupaten Deiyai,” sambungnya.

Kata Elisabeth, untuk juice terong Belanda sendiri sekarang menjadi salah satunya minuman buatan yang telah ditawarkan di Kabupaten Deiyai dan menjadi olahan pangan lokal yang sudah tidak kalah bersaing dengan minuman serbuk paket yang dipasarkan di kios-kios dan toko.

“Sejauh ini kan beberapa anak (di Deiyai) membeli jasjus yang bungkusan-kemasan itu menjadi kami bikin itu supaya memancing ketertarikan beberapa anak kembali, sebagai pengembangan,” tutur Elisabeth.

Elisabeth menjelaskan, pada moment TIFA selanjutnya, Kabupaten Deiyai akan mengenalkan semakin banyak makanan ciri khas lokal olahan warga di tempat.

Dia ingin, nantinya moment sama bisa diadakan oleh Pemerintahan Kabupaten Deiyai di wilayah itu ingat Deiyai punyai salah satunya danau yang kabarnya benar-benar elok namanya Danau Tigi, di mana terdapat satu pulau di tengahnyanya.