Warga di Deiyai Punyai Kebun Teh “Sari Harum”, Lambang Kemandirian Ekonomi

Di tengah-tengah bentangan hijau bukit-bukit Daerah Kokobaya, Kabupaten Deiyai, Propinsi Papua tengah, berdiri sebuah kebun teh yang sekarang menjadi lambang kemandirian ekonomi warga tradisi Papua tengah.

Kebun Teh “Sari Harum” yang diatur oleh Akulian Pakage bersama warga di tempat ini mendatangkan sebuah narasi kesuksesan yang berakar kuat pada budaya dan alam.

Berlainan dari kebun-kebun industri umumnya, kebun teh ini seutuhnya diatur oleh warga tradisi sendiri. Mereka bukan hanya menjadi karyawan, tapi juga pengelola dan pemilik sumber daya alam yang mereka warisi secara temurun.

“Ini bukanlah sekedar usaha tani. Ini ialah langkah kami menjaga hak atas tanah dan hidup kami jadi orang tradisi,” ungkapkan Akulian Pakage, figur lokal sekalian pendorong khusus kebun teh itu ke Seputarpapua.com lewat WhatsApp, Senin,(4/5/2025).

Menurut Pakage, kebun ini sudah buka kesempatan kerja untuk masyarakat Kokobaya, sekalian tingkatkan tingkat hidup warga.

Bukan hanya itu, katanya, pengendalian yang sudah dilakukan dengan tradisionil dan ramah pada lingkungan jadikan kebun teh ini untuk contoh pertanian berkesinambungan yang menjaga kesetimbangan alam.

Ini bukanlah sekedar usaha tani. Ini ialah langkah kami menjaga hak atas tanah dan hidup kami jadi orang tradisi,” tutur Akulian Pakage.

Kebun teh itu sudah memberi lapangan pekerjaan untuk warga Kokobaya dan buka kesempatan ekonomi baru yang diatur dengan berdikari dan berkesinambungan. Dengan mekanisme pengendalian yang ramah pada lingkungan, warga menjaga serasi dengan alam sekitaran sekalian mengoptimalkan kekuatan tanah tradisi.

“Mode ekonomi lokal semacam ini menjadi ide untuk komune tradisi yang lain di Papua dan Indonesia,” katanya pakage, selanjutnya.

Warga tradisi bukan hanya sebagai yang menerima program pembangunan, tapi sebagai artis khusus yang membuat, mengurus, dan menjaga kebersinambungan sumber daya mereka sendiri.

“Kami berharap mode semacam ini dapat diperkembangkan di daerah lain. Ini bukti jika warga tradisi sanggup,” kata Akulian Pakage, pemilik pengendalian kebun teh di Deiyai.

Selainnya menjadi sumber pendapatan masyarakat, kebun ini menjaga kelestarian lingkungan. Tidak ada pembukaan rimba secara masif, semua dilaksanakan langkah tradisionil dan ramah alam.

Cerita ini menjadi ide untuk kampung-kampung tetangga di Deiyai atau daerah Papua tengah yang lain. Warga tradisi dapat dan sanggup membuat ekonominya sendiri dengan mereka tanpa kehilangan jati diri dan kebersama-samaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *