DPRD Deiyai Memutuskan Raperda Pemilihan Kepala Daerah Menjadi Ketentuan Wilayah

Deiyai – Dewan Perwakilan Masyarakat Wilayah (DPRD) Kabupaten Deiyai melakukan Rapat pleno dalam rencana ulasan Raperda Pemilihan Kepala Dusun ( Pilkades ) pada Jumat (22/11/2024).

Pada sidang itu ikut didatangi Ketua dan anggota Dewan Perwakilan Masyarakat Wilayah (DPRD) Deiyai, Penjabat Bupati , Kapolres, Dandim 1703 Deiyai, Pj Sekda dan pimpinan Organisasi Piranti Wilayah ( OPD ) dan tamu undangan yang lain.
Sidang dipegang dan dibuka ketua eksekutor harian DPRD deiyai Markus Mote dan didatangi beberapa anggota dewan. Materi perancangan pemilihan kades/kepala daerah disampiakan oleh penjabat Bupati Deiyai Elimelek Edowai, S.Sos, jika pemilihan Kapala daerah wajib berdasar peraturan dan peraturannnya harus diputuskan ketentuan wilayah.

” Penerapan pasal 31 ayat 2 UU No enam tahun 2014 mengenai dusun seperti sudah diganti UU No tiga tahun 2024 tentag dusun Di mana penerapan pemilihan kades secara serempak diputuskan ketentuan wilayah dengan digantinya Undang – undang itu karena itu ketentuan wilayah mengenai pemilihan, pengangkatan dan penghentian kepala daerah wajib disamakan ketentuan perundang – undangan yang baru dan ketentuan wilayah ini mempunyai tujuan sebagai dasar untuk kabupaten dan daerah untuk lakukan pemilihan kepala daerah secara serempak di tahun 2025″ kata Penajabat Bupati.

Bupati sampaikan supaya pada proses pemilihan kepala daerah nanti memberi keringanan untuk warga.

” Kita semua paham jika sumber daya manusia aparat pemerintahan Tingkat daerah dan warga daerah masih mengenaskan hingga perlu untuk membikin sesuatu ketentuan yang gampang dimengerti untuk warga yang terdapat di daerah hingga tidak ada gesekan di kelompok Warga” lanjut Bupati.

Disamping itu Ketua Komisi A Hendrikus Onesimus Madai, ST sampaikan jika Pemilihan kepala daerah harus jalan aman dan lancar.

“supaya Pemilihan kepala daerah jalan secara aman dan lancar dan teratur karena itu ongkos Operasional untuk lembaga berkaitan pada proses pematauan di lapangan harus jadi perhatian oleh ekseskutif” kata Madai

Sesudah dikatakan sejumlah saran dan catatan alat – alat kelengkapan dewan dari fraksi atau komisi karena itu DPRD Deiyai menyepakati dan memutuskan sebagai ketentuan wilayah tentag pemilihan kades atau kepala daerah di tahun 2025 kedepan.

Rapat Pantauan dan Penilaian Pembasmian Korupsi Tahun 2024 Kabupaten Deiyai

Deiyai – Dalam rencana pantauan dan penilaian pemenuhan evidence untuk Monitrong Center for Prevention ( MCP ) Kabupaten Deiyai Tahun 2024. Karena itu beberapa pimpinan Organisasi Piranti Wilayah (OPD) pada 8 Tempat MCP pemkab Deiyai melakukan rapat bersama Satuan tugas V.2 Direktorat Koordinir dan Supervisi Daerah V KPK-RI lewat zoom rapat di Aula Tubuh Kepegawaian dan Sumber Daya manusia ( BKPSDM ) di hari Rabu ( 20/11/2024 ) di Waghete Deiyai.

Aktivitas yang diawali sekitaran pagi jam 9.30 WIT itu didatangi oleh Penjabat Bupati Deiyai Elimelek Edowai, S.Sos, Sekda Deiyai, Inpektur Deiyai, beberapa pimpinan 8 OPD pengampuh Monitrong Center for Prevention (MCP ). Pada pembukaan rapat Penjabat Bupati Deiyai mengucapkan terima kasih pada pihak Komisi Pembasmian Korupsi ( KPK ) yang sejauh ini membimbing dan menggerakkan dalam pemenuhan evidence pada masing – masing OPD hingga Kabupaten Deiyai pun tidak ketinggal dengan kabupaten lain, diharap supaya selalu bekerja sama kerjasama dalam pemenuhan data – data pada 8 OPD pengampuh MCP, hingga semua bisa tercukupi.

Usai Rapat pantauan dan Penilaian lewat zoom rapat, Inspektur Kabupaten Deiyai Irawantho, ST, M.Sang menginginkan ke OPD pengampuh MCP supaya sampaikan data – data yang belum sempat diinputkan supaya selekasnya dikerjakan paling lamban 31 desember 2024.

Persidey Deiyai Siap Tempur di Liga 4 Asprov PSSI Papua tengah Tahun 2024-2025

Persidey Deiyai, sudah lakukan beragam penyiapan untuk tampil dalam Liga 4 Federasi Propinsi Persatuan Sepak Bola Semua Indonesia (Asprov) Persatuan Sepak Bola Semua Indonesia (PSSI), Propinsi Papua tengah, tahun 2024-2025.

Dengan konsentrasi dan determinasi yang lebih tinggi, team sepak bola asal Kabupaten Deiyai ini juga, siap bersaing dalam di liga itu.
Sama seperti yang dikatakan oleh Admin Persidey Deiyai, Fransisko Pekei jika, untuk persiapan telah masak, seperti satu diantaranya yakni, sudah lakukan registrasi ke panitia eksekutor Liga 4.

Begitupun untuk beberapa pemain, di mana sudah melakukan latihan intens untuk tingkatkan ketrampilan tehnis seperti, kecepatan dan lain-lain.
“Karena itu, kami Persidey siap tampil, dan siap berperang di Liga 4 kelak,” kata Fransisko ke Tribune-Papuatengah.com, Junat, (21/3/2025).

Ia katakan, dalam liga Liga 4 ini, Persidey percaya diri untuk raih hasil terbaik, karenanya semangat juang yang terdapat, karena itu mereka tentu bawa nama Kabupaten Deiyai untuk raih prestasi cemerlang di Liga 4.

Selanjutnya, berkaitan support pemda, menurut Fransisko, lumayan baik, karena itu mereka benar-benar mengucapkan terima kasih
“Ini menjadi semangat untuk kami untuk berprestasi, dan sebagai ide untuk kebangunan dunia sepak bola di Kabupaten Deiyai,” katanya

Disamping itu Fransisko pun tidak lupa minta support dari semua warga Deiyai, supaya apa yang mereka bidik bisa terwujud.

Diketahui, moment itu akan berguling pada 4 April 2025, di Stadion Wania Imipi, SP 1, Kabupaten Mimika.

Selanjutnya yang hendak bertanding dalam liga ini 12 club sepak bola, dengan mekanisme 1/2 persaingan. (*)

Up-date Cuaca: Papua tengah Diterpa Hujan Sepanjang Hari, Baca Daerah Terimbas

Cuaca di Papua tengah sering jadi topik perbincangan yang memikat.

Mulai hujan lebat sampai cahaya matahari yang membakar, kita selalu bertanya apa yang hendak terjadi seterusnya

Berdasar data yang didapat Tribune-Papua.com, Rabu, (8/1/2025), Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Daerah V Jayapura memprediksi, keadaan cuaca di propinsi ini tetap terus beralih-alih.

Seperti Nabire, saat pagi cuaca berawan, lantas siang dan malam hujan.

Juga sama di Paniai, saat pagi cuaca berawan, lantas siang hujan, dan malam hujan.

Begitupun Deiyai, saat pagi cuaca berawan, lantas siang dan malam hujan.
Sementara Dogiyai, diguyur hujan dari pagi sampai malam.
Dan Intan Jaya, saat pagi cuaca berawan, lantas siang hujan, dam malam, berawan lagi.

Jika Pucuk, hujan dari pagi, siang, dan malam

Lantas Pucuk Jaya, saat pagi cuaca berawan, selanjutnya siang dan malam, hujan.

Mimika sama juga, saat pagi cuaca berawan, selanjutnya siang dan malam, hujan.

Harus dipahami, BMKG Daerah V Jayapura selalu keluarkan up-date prediksi cuaca sehari-harinya.

Karena itu, informasi itu bisa dijangkau di website BMKG Jayapura dan dapat didapat dalam satu program, yakni,

Bapeda Deiyai melangsungkan Diskusi Public Inspeksi Kembali Gagasan Tata Ruangan Daerah

Aktivitas Diskusi Public 1 (satu ) Inspeksi Kembali ( PK ) Gagasan tata Ruangan Daerah (RT RW) Kabupaten Deiyai Tahun 2013 – 2033 berjalan sepanjang sehari berada di Ruangan tatap muka Hotel YDF, nabire 12/12/ 2024. Aktivitas dimulai acara resmi ini didatangi oleh Kepala Bapeda, Tubuh Pusat Statistik, figur tradisi, figur agama, figur Wanita, akademiki dan Undangan yang lain.

Dalam sambutan Plt Kepala Bapeda Deiyai secara lisan sampaikan jika Gagasan Tata Ruangan Daerah ( RT RW ) berlaku sepanjang 20 tahun dan tiap 5 ( lima ) tahun harus dilihat Kembali.

” Terkadang – terkadang kita berpikiran jika document telah menjadi hingga telah tetap tetapi tidak semacam itu tapi harus dilihat lagi tiap 5 tahun yang diawali semenjak tahun 2013 dilihat Kembali di tahun 2018 dan dilihat Kembali kembali di tahun 2023 pada tahun kemarin tetapi dilakukan di tahun 2024 ini”, kata Kepala Bapeda.

Disamping itu Plt kepala bapeda memperjelas jika dalam inspeksi RT RW itu tidak dibikin oleh kemauan kita tetapi diberi waktu satu tahun sesuai ketentuan Menteri Agraria atau tata ruangan nomor enam tahun 2017 yakni mengenai tata langkah inspeksi Kembali RTRW.

” ketentuan ini wajib kita kerjakan per 5 ( lima ) tahun sekali mengevaluasi Kembali RTRW hingga ada daerah – daerah yang perlu dibuat dan ada daerah yang jangan dibuat, dan mana sebagai wilayah pemukiman, pertanian, Perkebunan, perikanan ini yang hendak dilihat Kembali hingga perubahan kota di kabupaten deiyai ini bisa kelihatan,” tutur pigome.

Selesai pembukaan diteruskan penjabaran materi melalui zoom rapat yang dikatakan team pakar dan didatangi Tubuh Pusat Statistik, faksi Instansi tradisi, figur Wanita, figur pemuda dan faksi akademiki. Dalam sesion dialog dikatakan saran, anjuran dan opini untuk semua figur – figur yang datang sebagai bahan pemikiran yang perlu ditelaah di semua sektor pembangunan hingga proses realisasinya sesuai gagasan tata ruangan daerah yang memihak dan memberikan keuntungan masyarakat kabupaten Deiyai. ( humas deiyai)

Kick off Pengkajian Lingkungan Hidup Vital (KLHS) RPJMD 2025 – 2029

Kick off publikasi Lingkungan Hidup Vital ( KLHS ) Gagasan Pembangunan Periode Menengah Wilayah ( RPJMD ) kabupaten deiyai tahun 2025 s/d 2029. Aktivitas itu didatangi oleh Ketua Bapeda, team pembicara lewat zoom rapat, Tubuh Pusat Statistik, Figur tradisi, Figur pemuda, Figur Wanita dan beberapa kabid dan kepala seksi Bapeda Deiyai. Aktivitas yang berjalan sepanjang satu hari itu berjalan di hotel YDF nabire 13/12/2024.

Sambutan Plt Kepala Bapeda Deiyai Dr Roni Pigome secara lisan sampaikan jika Karena ada penentuan Bupati dipilih di tahun 2025 dengan misi dan tugasnya yang nanti akan merangkum Gagasan Pembangunan Lima Tahun ( RPJM ) karena itu harus dimulai pengaturan Pengkajian Lingkungan Hidup Vital ( KLHS ).

“Dasar dari pengaturan Pengkajian Lingkungan Hidup Vital berikut yang hendak dipakai sebagai dasar atau referensi dalam pengaturan RPJMD Kabupaten Deiyai tahun 2025 sampai tahun 2029 ini sesuai ketentuan Menteri nomor tujuh tahun 2018 mengenai pembikinan dan pengaturan RPJMD yang dimulai pengaturan KLHS,” Kata Kepala Bapeda.

Selanjutnya Kepala bapeda sampaikan jika dalam pengaturan KLHS ini akan dilaksanakan tahapan-tahapan.

” Pengaturan pengkajian ini dimulai kick off atau Publikasi mengenai KLHS seterusnya dilaksanakan diskusi publik ( KP ) 1 (satu) dan diskusi public ( KP ) 2 (dua), lanjut Pigome.

Dikatakan jika di dalam pengaturanya akan dijaga Bersama – sama team yang terbagi dalam faksi figur tradisi, figur agama, figur pemuda, figur Wanita, faksi akademiki yang langsung memberi saran dalam merangkum pembangunan 5 ( lima ) tahun depan sebagai serangkaian tingkatan awalnya pembikinan KLHS RPJMD kabupaten deiyai tahun 2025 s/d 2029, hingga bisa dilakukan dengan partisipatif dan inklusif buat hasilkan rangkaian peraturan sama sesuai gagasan dan program sama sesuai keadaan daerah kabupaten deiyai untuk kebutuhan kesejahteraan warga kabupaten deiyai, supaya aktivitas itu bisa dituruti dengan baik dan memberi anjuran saran dalam pengaturan document Pengkajian Lingkungan Hidup Vital RPJM kabupaten deiyai untuk pembangunan 5 tahun kedepan.

Selesai aktivitas Kick Off diteruskan Diskusi Public ( KP ) 1 ( satu ) pengkajian lingkungan hidup vital ( KLHS ) RPJMD tahun 2025 sampai 2029, Dengan diawali pengutaraan materi oleh team pakar dan diteruskan dialog sebagai rumor – rumor vital dalam memberi anjuran, saran dan opini mengenai masalah dan persoalan yang terdapat di kabupaten deiyai yang hendak diulas dari semua elemen baik dari Instansi tradisi, figur warga, Organisasi Piranti Wilayah (OPD), Tubuh Pusat Statistik (BPS) hingga hasilkan document yang betul – betul asal dari inspirasi warga bawah melalui figur – figur yang datang yang selalu hidup Bersama – sama dengan warga. Inspirasi yang sudah dikatakan itu bisa menjadi program penerapan aktivitas pembangunan pada 5 tahun kedepan sebagai Usaha dalam menjawab keperluan warga Kabupaten Deiyai. Di akhir acara penutupan diteruskan penandatanganan informasi acara diskusi publik oleh semua elemen yang datang. ( Humas Deiyai)

Polres Nabire Dipaksa Kabarkan Tes Lab Kematian Perawat RSUD Deiyai

Keluarga korban mendesak faksi Kepolisian Resort (Polres) Nabire, Kepolisian Wilayah Papua tengah, selekasnya umumkan hasil tes laboratorium berkaitan kematian Norlince Pekei. Norlince adalah suster bekerja di Rumah Sakit Umum Wilayah (RSUD) Deiyai, Propinsi Papua tengah. Ia diperhitungkan wafat karena keracunan makanan dan lauk dibeli ke Pasar Pagi, Kelurahan Bumi Wonorejo, Kabupaten Nabire, Propinsi Papua tengah, Kamis (2/1/2024). Sekembali dari pasar, korban bersama beberapa anaknya melahap nasi goreng dan ikan yang barusan dibeli. “Sesudah makan, istri aku mengeluhkan sakit pada bagian ulu hati, lantas mencret sampai tidak sadar diri,” ungkapkan suami korban, Ferry Pakage, dalam info tercatat yang diterima Kompas.com, Minggu (12/1/2025). Selanjutnya, Ferry membawa ke IGD RS Nabire. Sampai di IGD, dia minta agar istrinya selekasnya terpasang oksigen karena istri sudah tidak sadar diri.

Selang beberapa saat, istri menghembuskan napas paling akhir dengan busa yang keluar mulut dan hidung. “Kata petugas klinis waktu itu, istri aku keracunan,” katanya mengikuti perkataan team klinis. Menurut Eksekutor Pekerjaan Kepala Dinas Pendayagunaan Warga dan Daerah Kabupaten Deiyai, sekarang ini kasus kematian tidak lumrah si istri langsung disampaikan keluarga ke Polres Nabire dan Polda Papua tengah. Disamping itu, persetujuan keluarga korban dan Kepala Pasar Pagi Bumi Wonorejo, pasar sementara ditutup terhitung Senin-Sabtu (6-11/1/2025) karena kematian tidak lumrah tersebut. “Faksi Polres Nabire sampaikan ke kami, keluarga korban, akan memiliki komitmen ungkap kejadian kematian tidak lumrah istri aku yang diperhitungkan kuat wafat karena keracunan selesai konsumsi nasi goreng dan ikan yang baru saja dibeli di pasar,” sebut Ferry.

Menurut ferry, sampai sekarang keluarga almarhum tetap menanti informasi dari faksi Polres tentang hasil tes laboratorium contoh makanan yang telah dikirimkan ke RS Bhayangkara Jayapura. “Keluarga mendesak supaya hasil lab selekasnya dipublikasikan Polres Nabire buat menghambat ketersinggungan keluarga atas kejadian kematian tidak lumrah itu,” tutur Ferry. Ferry memperjelas, sampai sekarang ini ia dan keluarga besar, baik di Deiyai atau Nabire, tetap menanti hasil contoh makanan dari RS Bhayangkara Jayapura faksi Polres Nabire. Bila dalam kurun waktu dekat tidak ada kepastian hasil tes laboratorium RS Bhayangkara Jayapura, faksinya mendesak supaya diambil pindah rumah sakit lain agar selekasnya disingkap apa yang mengambil nyawa perawat RSUD Deiyai itu. “Jika menyengaja dibikin melar oleh beberapa pihak tertentu, kami akan laporkan kasus kematian tidak lumrah ini supaya dibuka ke public,” kata Ferry.

Menurut ferry, sampai sekarang keluarga almarhum tetap menanti informasi dari faksi Polres tentang hasil tes laboratorium contoh makanan yang telah dikirimkan ke RS Bhayangkara Jayapura. “Keluarga mendesak supaya hasil lab selekasnya dipublikasikan Polres Nabire buat menghambat ketersinggungan keluarga atas kejadian kematian tidak lumrah itu,” tutur Ferry. Ferry memperjelas, sampai sekarang ini ia dan keluarga besar, baik di Deiyai atau Nabire, tetap menanti hasil contoh makanan dari RS Bhayangkara Jayapura faksi Polres Nabire. Bila dalam kurun waktu dekat tidak ada kepastian hasil tes laboratorium RS Bhayangkara Jayapura, faksinya mendesak supaya diambil pindah rumah sakit lain agar selekasnya disingkap apa yang mengambil nyawa perawat RSUD Deiyai itu. “Jika menyengaja dibikin melar oleh beberapa pihak tertentu, kami akan laporkan kasus kematian tidak lumrah ini supaya dibuka ke public,” kata Ferry.

“Aku tekankan, kasus ini aku bersama keluarga laporkan ke Presiden Republik Indonesia, Mabes Polri, atau Komnas HAM RI. Kematian tidak lumrah istri aku membuat kami benar-benar geram dan terpukul,” ikat Ferry.

Hasil Laboratorium: Kematian Perawat RSUD Deiyai Bukan lantaran Keracunan

Hasil pemeriksaan minuman dan makanan yang sudah dilakukan oleh Balai Laboratorium Kesehatan Jayapura mengaitkan jika kematian pasien Norlince Pekei (37) yang terjadi di Rumah Sakit Umum Wilayah (RSUD) Nabire, Propinsi Papua tengah, Kamis (2/1/2025), bukan karena keracunan makanan. Ini dikatakan oleh dokter specialist penyakit dalam RSUD Nabire, dr Ummul, dalam info jurnalis yang dikatakan bersama Kapolres Nabire Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Samuel Tatiratu, dan barisan Polres Nabire, Kamis (16/1/2025). “Hasil dari pengetesan makanan, hasil tes laboratorium, jadi tidak diketemukan mikroba bakteri yang diperhitungkan untuk sumber atau pemicu pangan yang bisa memunculkan imbas pada kesehatan,” katanya.

Menurut Ummul, Balai Laboratorium Kesehatan Jayapura lakukan pemeriksaan pada contoh air sekitar tiga botol dan contoh makanan sekitar tiga tipe, yaitu nasi campur, sambal, dan kue. “Ringkasan yang aku ambil sesudah terima anamnesa dari dokter IGD, anamnesa pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan tes laboratorium, karena itu pemicu kematian pasien tidak ada jalinan dengan keracunan,” katanya.

Tidak itu saja, Samuel sampaikan jika faksinya sudah lakukan penyidikan dengan mengirimi contoh makanan ke Balai Laboratorium Kesehatan Jayapura, dan hasilnya sudah diketahui dan dikatakan oleh dokter penyakit dalam RSUD Nabire. “Kami terima dan amankan hasil visum luar korban dari RSUD Nabire dan salinan ikhtisar klinis dari RSUD Paniai di tanggal 11 Juli 2024,” katanya. Ia mengatakan jika ada satu perihal sebagai masalah untuk dilaksanakan penyidikan, yaitu faksi keluarga menampik untuk dilaksanakan otopsi pada korban, hingga tidak dilaksanakan otopsi sisi pada tubuh korban. “Untuk penampikan otopsi oleh keluarga korban telah kami buat informasi acara penampikan otopsi. Kami cuma lakukan tes contoh pada makanan yang dikonsumsi korban,” tutur Samuel. Sebelumnya telah dikabarkan, faksi keluarga korban mendesak faksi Kepolisian Resort (Polres) Nabire agar selekasnya umumkan hasil tes laboratorium berkaitan kematian korban. Korban Norlince adalah suster perawat yang bekerja di RSUD Deiyai, Propinsi Papua tengah. Ia diperhitungkan wafat karena keracunan makanan dari lauk yang dibeli ke Pasar Pagi, Kelurahan Bumi Wonorejo, Kabupaten Nabire, Propinsi Papua tengah, Kamis (2/1/2025).

Sesudah datang dari pasar, korban melahap nasi goreng dan ikan yang barusan dibeli. “Sesudah makan, istri aku mengeluhkan sakit pada bagian ulu hati, lantas mencret sampai tidak sadar diri,” ungkapkan suami korban, Ferry Pakage, dalam info tercatat yang diterima Kompas.com, Minggu (12/2/2025). Selang beberapa saat, si istri menghembuskan napas paling akhir dengan busa yang keluar mulut dan wafat di RSUD Nabire.

Cabup Deiyai Tuding KPU Acuhkan Mekanisme Noken-Ada Penggeseran Suara

Calon Bupati dan Wakil Bupati Deiyai nomor urut 3, Yan Ukago-Stefanus Mote, menuntut hasil Pemilihan kepala daerah 2024. Mereka yakini ada pengabaian pemilihan mekanisme noken dan terjadi kecurangan suara.
Hal tersebut dikatakan oleh kuasa hukum Yan-Stefanus, Fatiatulo Lazira, pada sidang kasus 181/PHPU.BUP-XXIII/2025 di gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat, Rabu (15/1/2025)

Fatiatulo menjelaskan faksinya temukan beberapa pelanggaran yang berpengaruh pada pencapaian suara Yan-Stefanus.
“Kami temukan pelanggaran-pelanggaran yang krusial memengaruhi pencapaian hasil suara pemohon, Yang Mulia,” kata Fatiatulo Lazira.

Ia menjelaskan satu diantara sangkaan pelanggaran yang diketemukan yaitu KPU Deiyai sebagai termohon meremehkan pemilihan mekanisme noken di wilayah itu. Ia menjelaskan jumlah daerah di Deiyai sekitar 67 daerah dengan 144 tempat pengambilan suara (TPS).

“Pelanggaran-pelanggaran itu diantaranya, Yang Mulia, kami berikan, Kabupaten Deiyai ini, Yang Mulia, melakukan pemilihan dengan mekanisme noken di semua area, ada 5 area. Dalam jumlah daerah sekitar 67 daerah,” katanya.

Ia menjelaskan mekanisme noken adalah kearifan lokal di Deiyai. Ia mengeklaim terjadi pengurangan suara Yan-Stefanus.

“Termohon meremehkan pemilihan calon bupati dan calon wakil bupati Kabupaten Deiyai tahun 2024 dengan mekanisme noken yang sebagai kearifan lokal yang sudah dianggap keberadaannya dalam mekanisme hukum Indonesia. Kami temukan bukti di atas lapangan lewat operator atau petugas termohon itu lakukan pengurangan suara pemohon,” katanya.
“Pelanggaran-pelanggaran itu diantaranya, Yang Mulia, kami berikan, Kabupaten Deiyai ini, Yang Mulia, melakukan pemilihan dengan mekanisme noken di semua area, ada 5 area. Dalam jumlah daerah sekitar 67 daerah,” katanya.

Ia menjelaskan mekanisme noken adalah kearifan lokal di Deiyai. Ia mengeklaim terjadi pengurangan suara Yan-Stefanus.

“Termohon meremehkan pemilihan calon bupati dan calon wakil bupati Kabupaten Deiyai tahun 2024 dengan mekanisme noken yang sebagai kearifan lokal yang sudah dianggap keberadaannya dalam mekanisme hukum Indonesia. Kami temukan bukti di atas lapangan lewat operator atau petugas termohon itu lakukan pengurangan suara pemohon,” katanya.

Warga di Deiyai Punyai Kebun Teh “Sari Harum”, Lambang Kemandirian Ekonomi

Di tengah-tengah bentangan hijau bukit-bukit Daerah Kokobaya, Kabupaten Deiyai, Propinsi Papua tengah, berdiri sebuah kebun teh yang sekarang menjadi lambang kemandirian ekonomi warga tradisi Papua tengah.

Kebun Teh “Sari Harum” yang diatur oleh Akulian Pakage bersama warga di tempat ini mendatangkan sebuah narasi kesuksesan yang berakar kuat pada budaya dan alam.

Berlainan dari kebun-kebun industri umumnya, kebun teh ini seutuhnya diatur oleh warga tradisi sendiri. Mereka bukan hanya menjadi karyawan, tapi juga pengelola dan pemilik sumber daya alam yang mereka warisi secara temurun.

“Ini bukanlah sekedar usaha tani. Ini ialah langkah kami menjaga hak atas tanah dan hidup kami jadi orang tradisi,” ungkapkan Akulian Pakage, figur lokal sekalian pendorong khusus kebun teh itu ke Seputarpapua.com lewat WhatsApp, Senin,(4/5/2025).

Menurut Pakage, kebun ini sudah buka kesempatan kerja untuk masyarakat Kokobaya, sekalian tingkatkan tingkat hidup warga.

Bukan hanya itu, katanya, pengendalian yang sudah dilakukan dengan tradisionil dan ramah pada lingkungan jadikan kebun teh ini untuk contoh pertanian berkesinambungan yang menjaga kesetimbangan alam.

“Ini bukanlah sekedar usaha tani. Ini ialah langkah kami menjaga hak atas tanah dan hidup kami jadi orang tradisi,” tutur Akulian Pakage.

Kebun teh itu sudah memberi lapangan pekerjaan untuk warga Kokobaya dan buka kesempatan ekonomi baru yang diatur dengan berdikari dan berkesinambungan. Dengan mekanisme pengendalian yang ramah pada lingkungan, warga menjaga serasi dengan alam sekitaran sekalian mengoptimalkan kekuatan tanah tradisi.

“Mode ekonomi lokal semacam ini menjadi ide untuk komune tradisi yang lain di Papua dan Indonesia,” katanya pakage, selanjutnya.

Warga tradisi bukan hanya sebagai yang menerima program pembangunan, tapi sebagai artis khusus yang membuat, mengurus, dan menjaga kebersinambungan sumber daya mereka sendiri.

“Kami berharap mode semacam ini dapat diperkembangkan di daerah lain. Ini bukti jika warga tradisi sanggup,” kata Akulian Pakage, pemilik pengendalian kebun teh di Deiyai.

Selainnya menjadi sumber pendapatan masyarakat, kebun ini menjaga kelestarian lingkungan. Tidak ada pembukaan rimba secara masif, semua dilaksanakan langkah tradisionil dan ramah alam.

Cerita ini menjadi ide untuk kampung-kampung tetangga di Deiyai atau daerah Papua tengah yang lain. Warga tradisi dapat dan sanggup membuat ekonominya sendiri dengan mereka tanpa kehilangan jati diri dan kebersama-samaan.